Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Tuesday, May 8, 2012

Belajar Aqidah Daripada Pipi dan Tangan

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله و بركته




Aqidah adalah sesuatu yang terlalu abstrak untuk kita terangkan kepada anak-anak atau anak-anak murid kita kelak. Kali ini saya ingin menulis sedikit cerita ringan yang mungkin dapat di renungkan oleh sahabat-sahabat semua dan saya sendiri khususnya. Malah cerita ini juga boleh dijadikan untuk pendidikan kepada anak-anak murid kita kelak. Kita tidak tahu keadaan yang akan datang dan yang kita sedia maklum bahawa kanak-kanak zaman sekarang berbeza daripada zaman kita dahulu.


Belajar Aqidah dari Pipi dan Tangan merupakan sebuah cerita aqidah pendek yang boleh kita ambil isi nya yang sangat bermanfaat kepada kita jika suatu hari nanti anak-anak kita bertanya tentang kewujudan Allah dan juga menjadi pengajaran kepada diri kita sendiri.


Pada suatu hari setelah guru sedang selesai mengajar di dalam kelas dan hendak keluar daripada kelas, ada seorang murid lelaki bertanya kepada guru berkenaan...

“Apakah cikgu percaya Allah ada?” Tanya murid tersebut.
Guru menjawab, “ya, saya percaya.”
“Apa buktinya jika Allah itu ada? Kerana kita tidak nampak Allah
” Tanya murid itu lagi.
Guru hanya diam. Seperti murid itu tersenyum puas dengan pertanyaan nya tadi, kerana guru terlihat tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut.

“Iblis laknatullah terbuat dari apa?” tanya murid itu lagi.
Kemudian gurunya menjawab  "Api”.
“Apa hukuman bagi iblis laknatullah?” tanyanya kembali.
Gurunya menjawab lagi “di dalam api neraka yang sangat panas”.
“Adakah api dengan api pasti tidak akan terasa panas?” tanya murid itu lagi.
Dan guru pun tersenyum kembali.

Dipanggillah murid tersebut dihadapannya dan ditampar keras-keras oleh guru tersebut  hingga murid tersebut merasa kesakitan yang amat sangat.

Guru kemudian bertanya "Adakah sakit?”
Murid menjawab “ya cikgu”.
”Saya tidak percaya jika itu sakit, mana buktinya?” Jawab guru kembali.
Guru kembali bertanya  "tangan cikgu dan pipi kamu di perbuat dari apa?”
“dari daging cikgu” jawab murid tersebut.
“Nah, sekarang kamu telah jumpa jawapan untuk pertanyaan kamu tadi.” Jawab guru.

Akhirnya murid tersebut pergi dengan rasa sakitnya dan juga masih sedikit bingung dengan perkataan gurunya “Nah, sekarang kamu telah jumpa jawapan untuk pertanyaan kamu tadi.”

Apakah sahabat-sahabat mengerti maksudnya???
Allah itu wujud walaupun kita tidak nampak zat Allah..Allah berada di mana-mana sahaja. kita tidak perlu pertikaikan kewujudan Allah kerana yakin Allah itu wujud dan ada..bukti kewujudan Allah ialah dengan adanya diri kita sendiri, alam, bumi dan makhluk-makhluk di dalamnya.jika tiada pencipta, siapa yang mencipta semua ini. fitrah alam ialah segala yang ada di alam ini memerlukan pencipta dan pencipta bagi sekalian alam dan makhluk ini ialah Allah yang Maha Esa. kita perlu percaya dan beriman bahawa Allah itu wujud dan ada.

Firman Allah :


الله خلق كل شيئ وهو على كل شيئ قدير
                                     ( سورة الزمر : أية62 )    
Ertinya: Allah yang mencipta setiap sesuatu dan Dialah yang mentadbir
serta menguasai segala-galanya.

Hubungan antara manusia dan Tuhan adalah kepercayaan dan keimanannya dan itulah yang membuatkan kita dan seluruh alam ini hidup dan berfungsi sepertinya kerana kita beriman dengan Allah. 


Tuesday, February 14, 2012

Hari Kekasih?

Dato' Ustazah Siti Nor Bahyah


Syakh Abdur Raheem McCarthy and Ismail Bullock


Renung-renungkan.... Masihkah kita mahu menyambut Hari Kekasih, duhai saudaraku?

Wednesday, January 18, 2012

Mukjizat al-Quran : Kobaran Api di Dasar Laut


Bismillahirrahmanirrahim.


Subhanallah! Lidah tidak henti dari memuji kebesaran ALLAH apabila  kembali mengingati sebuah fenomena retakan di dasar lautan yang mengeluarkan lava dalam tempoh beberapa tahun yang lepas. Lava yang keluar daripada retakan tersebut menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu darjah Celcius . Meskipun suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia masih tidak dapat membuat air laut meruap dan walaupun air laut ini berlimpah-luah, ia pula tidak bisa memadamkan api.



al-quran: sebuah mukjizat!
Allah bersumpah dengan fenomena kosmik unik ini. 
Firman-Nya: "Ada laut yang di dalam tanahnya ada api" (Qs. Ath-Thur 6).
Merujuk pula kepada sebuah hadith Nabi SAW.
Nabi SAW bersabda: "Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan."

Ulasan Hadits Nabi

Hadits ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT yang  dilansir oleh Al-Qur’an pada permulaan Surah Ath-Thur, di mana Allah bersumpah (Maha Besar Allah yang tidak membutuhkan sumpah apapun demi lautan yang  di dalam tanahnya ada api"al-bahrul masjur." Sumpahnya:

"Demi bukit, dan kitab yang ditulis; pada lembaran yang terbuka; dan demi Baitul Ma'mur; dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorangpun yang dapat menolaknya." (Qs. Ath-Thur: 1-8)

Bangsa Arab, pada waktu diturunkannya Al-Qur’an tidak mampu menangkap dan memahami isyarat sumpah Allah SWT demi lautan yang  di dalam tanahnya ada api ini. Karena bangsa Arab (kala itu) hanya mengenal makna “sajara” sebagai menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih. Sehingga dalam persepsi mereka, panas dan air adalah sesuatu yang  bertentangan. Air mematikan panas sedangkan panas itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang  rusak salah satunya?

...tampak jelas bahwa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat...
Persepsi demikian mendorong mereka untuk menisbatkan kejadian ini sebagai peristiwa di akhirat (bukan di dunia nyata). Apalagi didukung dengan firman Allah SWT: "Dan apabila lautan dipanaskan" (QS. At-Takwir 6).

Memang, ayat-ayat pada permulaan Surah At-Takwir mengisyaratkan peristiwa-peristiwa futuristik yang akan terjadi di akhirat kelak, namun sumpah Allah SWT dalam Surah Ath-Thur semuanya menggunakan sarana-sarana empirik yang benar-benar ada dan dapat ditemukan dalam hidup kita (di dunia).

Hal inilah yang mendorong sejumlah ahli tafsir untuk meneliti makna dan erti bahasa kata kerja “sajara” selain menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas. Dan mereka ternyata menemukan makna dan erti lain dari kata "sajara," yaitu “mala'a” dan “kaffa” (memenuhi dan menahan). Mereka tentu saja sangat gembira dengan penemuan makna dan erti baru ini kerana makna baru ini dapat memecahkan kemusykilan ini dengan pengertian baru bahwa Allah SWT telah memberikan anugerah kepada semua manusia dengan mengisi dan memenuhi bagian bumi yang rendah dengan air sambil menahannya agar tidak meluap secara berlebihan ke daratan.
Namun, hadits Rasulullah SAW yang sedang kita bahas ini secara singkat menegaskan bahwa: Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan.

Setelah Perang Dunia II, para pengkaji turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik yang dijalani manusia sekarang ini. Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai 'gunung-gunung tengah samudera'.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahawa gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari batuan berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jurang retak yang sangat besar. Jurang retak ini dapat merobek lapisan batuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan beberapa lautan. sedangkan kedalamannya mencapai 65 km. Kedalaman jurang retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.

Batuan lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1,000 darjah Celcius. Batuan elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan "fenomena perluasan dasar laut dan samudera." Dengan terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.
...meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera....

Salah satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Keseimbangan dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan seperti Laut Merah merupakan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas.

Laut Merah misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut Merah.

Kapal-kapal proyek ini melemparkan stapler barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke permukaan kapal, tidak ada seorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 darjah Celcius. 



Dengan demikian, sudah terbukti nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung vulkanik di atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah laut jauh melebihi ledakan vulkanik serupa yang terjadi di daratan.
...terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi...
Kemudian terbukti pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong gunung berapi. Pecahan-pecahan lapisan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam pisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik menyimpan air yang puluhan kali lipat lebih banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sini tampaklah kehebatan hadits Nabi SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: "Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan."
Sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadits Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahui oleh Allah Sang maha Pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan:

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan” (QS. An-Najm 3-10)

Tidak seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekad terakhir. Sehingga lontaran fakta ini dalam hadis Rasulullah SAW benar-benar merupakan kemukjizatan dan saksi yang menegaskan kenabian Muhammad SAW dan kesempurnaan kerasulannya.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.